Ada 25 Ribu Einstein di Indonesia

Siapa bilang Indonesia bodoh? Kali ini, orang yang mengatakan Indonesia bodoh itulah yang pantas dikatakan orang bodoh. Karena, mereka buta akan keberhasilan anak bangsa. Yang mereka tahu hanya masalah kenaikan BBM yang mengundang aksi pro dan kontra

Mungkin hanya segelintir orang saja yang bisa menorehkan prestasi segemilang M.Firmansyah Kasim. Di tahun 2007, saat dirinya masih duduk sebagai pelajar kelas 1 SMA Athirah Makassar, dia sukses menggondol emas dalam Olimpiade Fisika Asia (APhO) maupun Olimpiade Fisika Dunia (IPhO).

Sebelumnya, di usianya yang sangat belia itu, Firmansyah yang anak seorang guru ini memiliki sederet prestasi lainnya. Sebut saja, medali emas di ajang International Junior Science Olympiad 2nd, medali perunggu di Asian Physics Olympiad 7th, dan medali perak pada International Physics Olympiad 37th.

”Bayangkan, Firmansyah baru duduk di kelas 1 SMA sudah meraih prestasi yang demikian luar biasa,” ungkap Ketua Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), Prof Yohannes Surya, Phd kepada Republika. Firmansyah adalah salah satu dari sekian anak berprestasi di Tanah Air yang selalu menorehkan sejarah keilmuan di jagad saintis internasional. Belum lama ini, dalam Olimpiade Fisika Asia (APho) ke-9 di Mongolia tanggal 20-28 April 2008, anak-anak Indonesia juga mempersembahkan 3 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu, dan 4 Honorable Mention. Di APho ke-9 itu, tim Indonesia berada di urutan kedua di bawah Cina.

Dalam sejarah panjang keikutsertaan pelajar-pelajar Indonesia di berbagai ajang internasional, mereka selalu membawa pulang penghargaan. Sesungguhnya, ungkap Yohannes, Indonesia memang tak pernah kekurangan anak-anak ajaib ini. Firmansyah bisa jadi hanya salah satu dari sekian ribu potensi anak jenius yang ada di negeri ini. `’Saya yakin, Indonesia memiliki potensi anak jenius yang luar biasa.

Jika dipersentasekan dengan jumlah penduduk Indonesia maka kita memiliki demikian banyak anak jenius,” ungkap Secara jumlah, ungkapnya, Indonesia memiliki potensi anak jenius hingga 80 kali lebih besar dari negara seperti Singapura yang berpenduduk 4 juta jiwa. `’Menurut statistik, secara umum, dalam setiap 11 ribu orang ada satu orang jenius. Artinya, paling tidak kita memiliki 25 ribu Einstein di Tanah Air. Jika dipoles ini sungguh luar biasa,” ungkap Yohannes Surya.

Hanya saja, katanya, anak-anak jenius ini belum dipoles. Menurut Yohannes Surya, keberadaan Kelas Super sesungguhnya merupakan salah satu cara yang diharapkan bias mengoptimalkan potensi itu. `’Memang saat ini baru ada di DKI Jakarta. Tapi, kami harapkan Kelas Super atau kelas olimpiade ini bisa segera kami kembangkan ke lima provinsi lainnya,” paparnya. Sejauh ini, ungkap Yohannes, pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional sudah memberikan sinyal positif. Ke depan, bukan tidak mungkin Kelas Super ini akan ada di setiap provinsi di Tanah Air. `’Pada dasarnya anak-anak Indonesia sangat pintar. Kalau saja kita mau memaksimalkan potensi mereka maka hasilnya akan sangat baik,” ungkapnya.

Menurut Yohannes, kita sesungguhnya bisa mencontoh China yang dikenal sebagai `rajanya’ olimpiade sains. Cina sadar sekali bahwa jika ingin menjadi negara yang besar maka mereka harus menguasai ilmu pengetahuahn dan teknologi. Maka mereka sungguh-sungguh mempersiapkan itu. Pemerintah daerah di setiap provinsi di China membuat program kelas olimpiade, semacam Kelas Super.

Langkah – langkah positif seperti di China itulah yang seharusnya sudah ada di Indonesia sejak dahulu kala. Sehingga, polesan terhadap anak – anak negeri yang berpotensi akan berlangsung optimal, sehingga Indonesia tidak sampai mendapat julukan sebagai Negara ber-SDM rendah. Generasi penerus bangsa pun tidak perlu malu mengaku sebagai bangsa Indonesia yang cerdas, walaupun sekarang ini Indonesia tengah ramai akan demonstrasi. Apalagi, demonstrasi itu diprovokatori oleh mahasiswa yang seharusnya membawa harum nama bangsa di bangku nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: